
Jakarta – Kubis mungkin selama ini lebih dikenal sebagai sayuran sederhana yang mudah ditemukan di pasar. Namun, popularitasnya diprediksi meningkat dan menjadikannya salah satu makanan sehat yang banyak dibicarakan pada 2026.
Prediksi tersebut muncul dalam laporan Pinterest Predicts 2026, yang memantau perubahan minat pengguna berdasarkan tren pencarian di berbagai kategori, termasuk makanan dan gaya hidup. Dikutip dari New York Post, kubis diperkirakan menjadi salah satu sayuran yang semakin populer menggantikan sejumlah sayuran yang sebelumnya banyak digemari.
Harga yang relatif terjangkau dan cara pengolahan yang fleksibel menjadi beberapa alasan kubis menarik perhatian. Sayuran ini juga rendah kalori, tetapi tetap menyediakan sejumlah nutrisi penting.
Kaya Nutrisi dengan Kalori Rendah
Sekitar 70-80 gram atau satu cangkir kubis mentah hanya mengandung kurang lebih 22 kalori. Jumlah tersebut membuat kubis cukup menarik bagi orang yang ingin mengatur asupan kalori sekaligus tetap memperoleh nutrisi.
Kubis menyediakan vitamin C, vitamin K, kalium, serat, serta sejumlah senyawa antioksidan. Di dalamnya juga terdapat flavonoid dan glucosinolate yang berperan dalam berbagai fungsi biologis tubuh.
Kandungan seratnya dapat membantu menjaga fungsi pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Sementara itu, vitamin C mendukung sistem kekebalan tubuh dan vitamin K berperan dalam menjaga kesehatan tulang.
Minat terhadap Olahan Kubis Meningkat
Popularitas kubis tidak hanya terlihat dari nilai gizinya. Beragam hidangan berbahan kubis juga mulai mendapatkan perhatian.
Dalam laporan Pinterest Predicts 2026, pencarian sejumlah makanan berbahan kubis disebut meningkat tajam. Beberapa di antaranya adalah pangsit kubis, golumpki atau sup gulungan kubis, hingga makanan hasil fermentasi seperti kimchi dan sauerkraut.
Peningkatan pencarian tersebut menunjukkan bahwa kubis mulai dipandang lebih dari sekadar bahan pelengkap masakan. Sayuran ini dapat diolah menjadi berbagai hidangan dengan cita rasa dan teknik memasak yang beragam.
Berpotensi Mendukung Kesehatan
Selain rendah kalori, kandungan antioksidan dalam kubis membuatnya menarik sebagai bagian dari pola makan sehat.
Flavonoid dan glucosinolate merupakan beberapa senyawa yang terdapat pada sayuran ini. Asupan sayuran kaya senyawa tersebut secara umum dikaitkan dengan perlindungan terhadap stres oksidatif dan peradangan.
Kubis juga dapat membantu melengkapi pola makan yang mendukung kesehatan jantung dan pencernaan. Namun, manfaat tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan, bukan efek dari konsumsi kubis semata.
Tetap Perhatikan Kondisi Tubuh
Meski memiliki banyak keunggulan, kubis tidak selalu cocok dikonsumsi dalam jumlah besar oleh semua orang.
Sebagai bagian dari kelompok sayuran silangan, kubis dapat menyebabkan produksi gas lebih banyak pada sebagian orang. Akibatnya, muncul keluhan seperti kembung, diare, atau rasa tidak nyaman pada perut.
Bagi yang belum terbiasa mengonsumsi kubis, jumlahnya dapat ditingkatkan secara perlahan agar tubuh lebih mudah beradaptasi.
Selain itu, orang yang mengonsumsi obat tertentu, termasuk obat pengencer darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan konsumsi kubis secara signifikan.
Dengan harga terjangkau, kandungan nutrisi yang beragam, dan fleksibilitas dalam pengolahan, tidak mengherankan jika kubis diprediksi semakin populer pada 2026. Namun, tetap konsumsi dalam jumlah seimbang dan sesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
