
Jakarta – Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan dengan rutin berolahraga. Apa yang masuk ke dalam tubuh setiap hari juga memiliki peran penting. Beberapa makanan yang umum dikonsumsi ternyata sebaiknya tidak terlalu sering masuk ke dalam menu harian.
Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di berbagai negara. Karena itu, para ahli menyarankan agar masyarakat lebih memperhatikan pola makan, terutama dengan membatasi makanan yang tinggi garam, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan.
Melansir HuffPost, terdapat sejumlah makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari tetapi sebaiknya tidak berlebihan karena dapat meningkatkan berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
Berikut tiga di antaranya:
1. Kentang goreng
French fries memang sulit ditolak bagi sebagian orang. Namun, makanan yang digoreng ini sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi jika ingin menjaga kesehatan jantung.
Kentang goreng umumnya dimasak menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Pada beberapa tempat, minyak bahkan digunakan berulang kali. Kondisi tersebut dapat meningkatkan paparan lemak yang kurang baik bagi kesehatan.
Selain persoalan minyak, kandungan garam pada kentang goreng juga perlu diperhatikan. Asupan sodium yang terlalu tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung.
Konsumsi makanan yang digoreng secara rutin juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan obesitas.
2. Bacon dan daging merah
Daging merah sebenarnya dapat menjadi sumber protein dan berbagai zat gizi. Namun, jenis dan jumlah konsumsinya perlu diperhatikan, terutama pada daging yang telah melalui proses pengolahan.
Bacon termasuk daging olahan yang umumnya mengandung sodium, lemak jenuh, dan kolesterol cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah berlebihan, kombinasi tersebut dapat berkontribusi terhadap tekanan darah serta faktor risiko penyakit jantung lainnya.
Ahli jantung Dr. Saman Setareh-Shenas juga mengingatkan mengenai konsumsi daging merah, khususnya daging olahan.
Menurutnya, konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi, terutama daging olahan, telah dikaitkan dengan peningkatan kejadian dan kematian akibat penyakit kardiovaskular serta obesitas.
Karena itu, daging merah dan produk olahannya sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan tidak menjadi sumber protein utama setiap hari.
3. Roti putih
Roti putih mungkin terlihat sebagai pilihan sarapan yang praktis. Namun, dibandingkan roti yang dibuat dari biji-bijian utuh, roti putih memiliki kandungan serat yang lebih rendah dan dapat menyebabkan kenaikan gula darah lebih cepat.
Roti putih termasuk makanan dengan indeks glikemik relatif tinggi. Artinya, karbohidrat di dalamnya dapat lebih cepat dicerna dan menyebabkan kadar glukosa darah meningkat.
Jika pola makan tinggi karbohidrat olahan berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap masalah metabolik, termasuk resistensi insulin dan diabetes. Keduanya merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Dr. Daniel Luger, ahli jantung preventif, menjelaskan bahwa karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar glukosa dan trigliserida dalam darah. Dalam proses pengolahan roti putih, sebagian besar serat dan nutrisi dari biji-bijian juga telah dihilangkan.
Pilih makanan yang lebih ramah jantung
Bukan berarti ketiga makanan tersebut harus sepenuhnya dihilangkan dari pola makan. Kuncinya adalah mengatur frekuensi dan jumlah konsumsinya.
Sebagai gantinya, menu sehari-hari dapat lebih banyak diisi dengan makanan yang mendukung kesehatan jantung, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta sumber lemak sehat dalam porsi yang seimbang.
Mengurangi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan juga dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga pola makan tetap lebih ramah bagi kesehatan jantung.
