
Jakarta – Kopi dan teh sama-sama menjadi bagian dari kebiasaan minum sehari-hari banyak orang. Keduanya dapat memberikan efek menyegarkan berkat kandungan kafein, sekaligus menyumbang berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan.
Pertanyaannya, ketika harus memilih salah satu, apakah kopi atau teh yang lebih unggul?
Sebenarnya, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Kopi umumnya menyediakan kafein lebih tinggi, sedangkan teh, terutama teh hijau, dikenal kaya akan polifenol dan L-theanine.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi kedua minuman tersebut dalam jumlah wajar dengan risiko yang lebih rendah terhadap beberapa penyakit kronis. Berikut perbedaannya, seperti dikutip dari Health.
1. Sama-Sama Mengandung Senyawa Pelindung
Kopi dan teh sama-sama mengandung antioksidan serta senyawa bioaktif yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Konsumsi keduanya secara rutin dalam jumlah moderat dikaitkan dengan sejumlah manfaat, termasuk potensi penurunan risiko diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker.
Kedua minuman ini juga diteliti karena hubungannya dengan kesehatan otak. Kandungan senyawa aktifnya berpotensi mendukung fungsi kognitif sekaligus berkaitan dengan risiko stroke dan demensia yang lebih rendah.
Dengan demikian, manfaat kesehatan kopi dan teh sebenarnya tidak bisa hanya ditentukan dari jumlah kafeinnya.
2. Kopi Unggul dalam Kandungan Kafein
Jika tujuan utama minum adalah mendapatkan efek stimulan, kopi biasanya memiliki keunggulan.
Secangkir kopi dapat mengandung sekitar 91,8 miligram kafein, meskipun jumlah sebenarnya sangat bergantung pada jenis biji, metode seduh, dan ukuran sajian.
Kafein tersebut dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan performa fisik. Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kesehatan hati.
Peminum kopi secara rutin dilaporkan memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit hati berlemak nonalkohol serta fibrosis hati dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.
Kandungan antioksidan dan senyawa aktif lainnya diduga turut berperan dalam efek tersebut.
3. Teh Punya Keunggulan dari Sisi Relaksasi
Berbeda dari kopi, teh hijau mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang banyak diteliti karena potensinya dalam memberikan efek relaksasi.
Kombinasi L-theanine dan kafein pada teh membuat efeknya terasa berbeda dibandingkan kopi. Minuman ini dapat memberikan dorongan energi sekaligus membantu tubuh terasa lebih tenang pada sebagian orang.
Sebuah tinjauan ilmiah juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi teh hijau dengan penurunan risiko gejala depresi.
Selain itu, konsumsi teh secara rutin dikaitkan dengan kesehatan jantung. Kandungan polifenolnya berpotensi membantu menjaga fungsi pembuluh darah serta mendukung kadar kolesterol dan tekanan darah yang sehat.
4. Keduanya Bisa Dikaitkan dengan Umur Panjang
Manfaat kopi dan teh tidak hanya dilihat dari efek jangka pendek seperti meningkatnya energi.
Penelitian yang diterbitkan pada 2023 menemukan bahwa pola konsumsi tertentu yang mengombinasikan kopi dan teh berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat beberapa penyakit.
Dalam salah satu temuan, konsumsi dua cangkir teh dan dua cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker 21% lebih rendah. Sementara konsumsi tiga cangkir teh dan empat cangkir kopi dikaitkan dengan penurunan risiko sebesar 24%.
Studi yang sama juga menemukan bahwa konsumsi empat cangkir teh dan satu cangkir kopi setiap hari berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit jantung yang 22% lebih rendah.
Namun, hasil penelitian semacam ini menunjukkan hubungan, bukan berarti kopi dan teh secara langsung menjamin seseorang terhindar dari penyakit.
5. Tetap Perlu Memperhatikan Jumlah Kafein
Walaupun punya manfaat, terlalu banyak kafein justru dapat menimbulkan masalah. Beberapa orang yang sensitif terhadap kafein dapat mengalami jantung berdebar, gelisah, sakit kepala, atau gangguan tidur.
Secara umum, batas konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari masih dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Jumlah tersebut kurang lebih setara dengan beberapa cangkir kopi atau teh, tetapi kandungan kafein setiap sajian dapat sangat berbeda.
Ibu hamil perlu lebih berhati-hati. Batas yang umum digunakan adalah maksimal 200 miligram kafein per hari.
Perlu diingat bahwa ukuran cangkir, jenis minuman, metode penyeduhan, dan merek dapat memengaruhi jumlah kafein secara signifikan.
Jadi, Mana yang Lebih Sehat?
Tidak ada jawaban mutlak bahwa kopi selalu lebih sehat daripada teh, atau sebaliknya. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing orang.
Kopi bisa menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan efek kafein lebih kuat dan tertarik pada manfaatnya terhadap performa serta kesehatan hati. Sementara teh, terutama teh hijau, menawarkan polifenol dan L-theanine yang dapat mendukung kesehatan jantung serta memberikan efek lebih menenangkan.
Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak dipenuhi gula atau krimer berlebihan, keduanya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
