
Jakarta – Pisang dan apel sama-sama mudah ditemukan serta sering menjadi pilihan buah sehari-hari. Keduanya juga mengandung serat dan berbagai senyawa yang dapat mendukung kesehatan pencernaan.
Namun, manfaat yang diberikan pisang dan apel terhadap usus tidak sepenuhnya sama. Kandungan nutrisi serta tingkat kematangan buah dapat menentukan jenis manfaat yang diperoleh tubuh.
Jika tujuan utama mengonsumsi buah adalah mendukung kesehatan usus, apakah pisang lebih unggul daripada apel? Menurut ahli gizi yang dikutip Delish, keduanya memiliki kelebihan masing-masing sehingga tidak tepat jika hanya memilih salah satunya.
Pisang Hijau Punya Keunggulan dari Pati Resisten
Pisang sering dikenal sebagai sumber kalium. Akan tetapi, kandungan yang menarik perhatian ketika membahas kesehatan usus adalah serat dan pati resistennya.
Pisang yang masih hijau atau belum sepenuhnya matang mengandung lebih banyak pati resisten dibandingkan pisang yang sudah matang. Jenis karbohidrat ini tidak mudah dicerna di usus kecil sehingga dapat mencapai usus besar.
Sesampainya di usus besar, pati resisten dapat difermentasi oleh mikroorganisme di dalam usus. Karena berfungsi sebagai sumber makanan bagi bakteri tertentu, pati resisten dikenal sebagai salah satu jenis prebiotik.
Seiring proses pematangan, sebagian pati resisten pada pisang berubah menjadi gula yang lebih sederhana. Perubahan tersebut juga membuat buah menjadi semakin lunak dan rasanya lebih manis.
Karena itu, pisang yang masih agak hijau dapat menjadi pilihan jika ingin memperoleh lebih banyak pati resisten dari buah.
Apel Kaya Pektin dan Polifenol
Apel menawarkan kombinasi nutrisi yang berbeda. Buah ini mengandung serat larut, terutama pektin, yang dapat difermentasi oleh mikroba di dalam usus.
Pektin menjadi salah satu alasan apel sering dikaitkan dengan kesehatan saluran pencernaan. Serat tersebut menjadi bagian dari bahan yang dapat dimanfaatkan mikroorganisme usus selama proses fermentasi.
Selain serat, apel juga mengandung polifenol. Senyawa tumbuhan ini tidak seluruhnya diserap pada tahap awal proses pencernaan. Sebagian dapat mencapai usus besar dan kemudian berinteraksi dengan mikroba usus.
Agar mendapatkan manfaat dari berbagai kandungan tersebut, apel sebaiknya dikonsumsi sebagai buah utuh, termasuk kulitnya setelah dicuci dengan baik. Kulit apel juga mengandung sejumlah senyawa tumbuhan dan serat.
Jadi, Pisang atau Apel yang Lebih Baik?
Tidak ada pemenang mutlak ketika pisang dan apel dibandingkan untuk kesehatan usus. Keduanya memberikan jenis nutrisi yang berbeda dan dapat melengkapi satu sama lain.
Pisang yang belum matang lebih menonjol dari sisi pati resisten yang dapat difermentasi di usus besar. Sementara itu, apel memberikan pektin dan polifenol yang juga dapat berinteraksi dengan mikrobiota usus.
Dengan kata lain, pilihan terbaik bukan berarti harus mengonsumsi salah satu dan meninggalkan yang lain. Memasukkan berbagai jenis buah ke dalam pola makan justru dapat memberikan keragaman sumber serat dan senyawa tumbuhan bagi tubuh.
Jika ingin menambah asupan pati resisten, pisang yang masih agak hijau bisa menjadi pilihan. Pisang juga mudah dimasukkan ke dalam smoothies atau dikonsumsi bersama oatmeal.
Sementara itu, apel dapat disantap langsung atau dipotong dan ditambahkan ke oatmeal maupun makanan lainnya. Sebisa mungkin konsumsi dalam bentuk buah utuh agar seratnya tetap diperoleh.
Pada akhirnya, kesehatan usus tidak ditentukan oleh satu jenis buah saja. Pola makan yang beragam dengan cukup buah, sayuran, dan sumber serat lainnya lebih penting untuk membantu menjaga lingkungan mikroba usus tetap beragam.
