
Jakarta – Plastic wrap atau cling wrap memang praktis untuk menyimpan makanan. Lapisan plastik ini kerap digunakan untuk menutup makanan sisa, membungkus bekal, hingga menjaga permukaan adonan tetap lembap selama proses proofing.
Cara tersebut dilakukan karena plastic wrap dapat membantu mengurangi penguapan, mencegah makanan kehilangan kelembapan di dalam kulkas, sekaligus mengurangi perpindahan aroma ke makanan lain.
Meski begitu, penggunaannya tidak selalu cocok untuk setiap bahan makanan. Beberapa jenis makanan justru membutuhkan sirkulasi udara atau perlu mengeluarkan kelembapan agar kualitasnya tetap terjaga.
Ahli gizi Lavanya Kethamukkala, RDN, LDN, CLT, menjelaskan bahwa makanan yang masih panas, membutuhkan pertukaran udara, atau perlu melepaskan uap air sebaiknya tidak langsung ditutup menggunakan plastic wrap.
Peneliti pangan Jessica Gavin juga menjelaskan bahwa penggunaan plastic wrap sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik makanan. Dikutip dari Eating Well (7/8), berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dibungkus menggunakan plastic wrap.
1. Jamur
Jamur merupakan salah satu bahan makanan yang lebih baik disimpan dalam kondisi yang memungkinkan terjadinya sirkulasi udara.
Jika dibungkus rapat menggunakan plastik, kelembapan dapat terperangkap di sekitar jamur. Menurut Kethamukkala, kondisi tersebut dapat membuat jamur berubah menjadi berlendir sekaligus memperpendek masa simpannya.
Sebagai alternatif, jamur dapat ditempatkan dalam kantong kertas. Bahan tersebut membantu menyerap kelebihan kelembapan sekaligus tetap memungkinkan udara bersirkulasi.
2. Keju Lunak
Jenis keju seperti Brie, Camembert, blue cheese, dan goat cheese membutuhkan keseimbangan antara kelembapan dan udara agar kualitasnya tetap baik.
Membungkusnya terlalu rapat dengan plastic wrap dapat membuat uap air terkumpul di permukaan. Akibatnya, tekstur dan rasa keju bisa berubah dan proses kerusakan dapat berlangsung lebih cepat.
Gavin menyarankan penggunaan parchment paper atau cheese paper dengan membungkus keju secara longgar. Setelah itu, keju dapat ditempatkan dalam wadah yang masih memungkinkan adanya sirkulasi udara.
3. Sisa Makanan yang Masih Panas
Menutup makanan yang baru selesai dimasak menggunakan plastic wrap mungkin terlihat praktis. Namun, sebaiknya makanan didinginkan terlebih dahulu sebelum ditutup.
Gavin menjelaskan bahwa plastik yang langsung menutupi makanan panas dapat memerangkap panas dan uap air. Akibatnya, proses pendinginan berlangsung lebih lambat dan makanan dapat berada lebih lama dalam danger zone atau zona bahaya, yakni sekitar 4-60 derajat Celsius.
Rentang suhu tersebut memungkinkan bakteri berkembang lebih cepat.
Karena itu, tunggu hingga makanan cukup dingin sebelum menyimpannya. Jika menggunakan plastic wrap, berikan sedikit jarak antara permukaan makanan dan plastik. Wadah kaca juga dapat digunakan sebagai pilihan penyimpanan, tetapi makanan tetap sebaiknya tidak langsung ditutup ketika masih panas.
4. Sayuran Berdaun dan Herba Segar
Sayuran berdaun hijau dan berbagai herba segar membutuhkan kondisi penyimpanan yang berbeda dari makanan matang.
Setelah dipanen, produk segar masih melakukan respirasi dan melepaskan uap air. Kemasan khusus yang digunakan di supermarket biasanya dirancang agar pertukaran udara dan kelembapan tetap berlangsung.
Plastic wrap yang digunakan secara rapat di rumah dapat menghambat proses tersebut sehingga sayuran dan herba lebih mudah mengalami penurunan kualitas.
Kethamukkala menyarankan penggunaan wadah yang diberi alas tisu dapur kering atau kantong penyimpanan khusus produk segar yang memungkinkan udara masuk dan keluar.
Sementara untuk herba, Gavin menyarankan membungkusnya secara longgar dengan tisu dapur yang sedikit lembap sebelum memasukkannya ke dalam wadah atau kantong yang dapat digunakan kembali.
5. Buah Citrus yang Sudah Dipotong
Lemon, jeruk nipis, jeruk, dan grapefruit yang telah dipotong juga perlu mendapat perhatian ketika disimpan menggunakan plastic wrap.
Buah-buahan tersebut memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Menurut Gavin, kontak dengan plastik dalam waktu lama berpotensi memengaruhi kualitas plastik maupun rasa buah.
Plastic wrap masih dapat digunakan untuk penyimpanan dalam waktu singkat, misalnya sekitar satu hari. Namun, jika ingin menyimpannya lebih lama, wadah kaca atau wadah silikon food-grade dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.
6. Mentega
Mentega memang dapat dibungkus menggunakan plastic wrap apabila penggunaannya mengikuti petunjuk yang sesuai. Namun, Gavin menyarankan agar kontak langsung dalam waktu lama antara plastik dan makanan yang sangat tinggi lemak dihindari.
Pasalnya, makanan berlemak dapat berinteraksi dengan sejumlah zat aditif tertentu yang bersifat larut dalam lemak, seperti phthalate.
Karena itu, jika tetap menggunakan plastic wrap, pilih produk yang memiliki label seperti BPA-free atau phthalate-free. Alternatif lain yang dapat dipertimbangkan adalah kertas roti, beeswax wrap, atau wadah kaca.
Gavin sendiri mengatakan lebih memilih menghindari kontak langsung berkepanjangan antara plastic wrap dan makanan yang memiliki kandungan lemak sangat tinggi.
Tidak Semua Makanan Cocok Dibungkus Plastik
Plastic wrap tetap dapat menjadi perlengkapan dapur yang praktis selama digunakan sesuai kebutuhan. Fungsinya dalam mengurangi penguapan dan menjaga kelembapan memang bermanfaat untuk sejumlah makanan.
Namun, bahan makanan tertentu membutuhkan kondisi penyimpanan yang memungkinkan udara dan uap air bergerak. Makanan yang masih panas juga sebaiknya tidak langsung ditutup rapat.
Karena itu, pemilihan wadah penyimpanan sebaiknya disesuaikan dengan jenis makanannya. Dengan cara tersebut, kualitas, tekstur, rasa, dan kesegaran makanan dapat lebih terjaga.
