
Jakarta – Kopi biasanya dinikmati bersama susu sapi atau alternatif nabati seperti susu kedelai dan oat. Namun, belakangan santan atau susu kelapa juga mulai digunakan sebagai campuran kopi.
Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih dengan tekstur yang lebih creamy. Tak hanya soal cita rasa, santan juga mengandung sejumlah zat gizi yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
Meski demikian, santan memiliki kandungan lemak jenuh dan kalori yang cukup tinggi. Karena itu, penggunaannya dalam kopi tetap perlu memperhatikan jumlah dan pola makan secara keseluruhan.
Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa potensi manfaat menambahkan santan ke dalam kopi.
1. Berpotensi Mendukung Program Diet
Santan mengandung medium-chain triglycerides (MCT), yaitu jenis lemak yang diproses tubuh dengan cara berbeda dibandingkan sebagian jenis lemak lainnya.
MCT dikaitkan dengan proses termogenesis, yaitu produksi panas oleh tubuh yang membutuhkan energi. Sejumlah penelitian pada manusia dan hewan juga menemukan adanya potensi MCT dalam membantu mengurangi penumpukan lemak tubuh, termasuk lemak visceral.
Namun, bukan berarti secangkir kopi santan secara otomatis dapat membakar lemak atau menurunkan berat badan. Manfaat tersebut tetap perlu didukung pola makan seimbang, aktivitas fisik, serta pengaturan kalori secara keseluruhan.
2. Memiliki Kandungan Antioksidan
Kopi sendiri dikenal sebagai salah satu sumber antioksidan. Ketika ditambahkan santan, minuman tersebut juga mendapatkan senyawa alami yang berasal dari kelapa.
Santan mengandung komponen fenolik dan berbagai senyawa antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas serta mengurangi stres oksidatif pada tubuh.
Salah satu penelitian terhadap santan kelapa asal Malaysia bahkan menemukan aktivitas antioksidannya lebih tinggi dibandingkan susu sapi dan susu kambing.
Meski demikian, klaim bahwa kombinasi kopi dan santan secara langsung dapat memperpanjang umur masih memerlukan bukti lebih lanjut.
3. Bisa Mendukung Kesehatan Jantung, Jika Tidak Berlebihan
Santan mengandung asam laurat yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan perubahan pada profil kolesterol. Beberapa penelitian pada hewan juga menunjukkan potensi konsumsi santan dalam memengaruhi kadar kolesterol total dan trigliserida.
Namun, manfaat tersebut perlu dilihat secara hati-hati. Santan tetap mengandung cukup banyak lemak jenuh, sementara konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat.
Karena itu, penggunaan santan sebagai campuran kopi sebaiknya tidak berlebihan. Pilih takaran yang sesuai dan tetap konsumsi sumber lemak sehat lainnya, seperti kacang-kacangan dan ikan.
4. Mengandung Senyawa yang Berpotensi Melawan Mikroba
Asam laurat yang terdapat dalam kelapa juga menjadi perhatian para peneliti karena memiliki aktivitas antimikroba.
Dalam penelitian laboratorium, senyawa tersebut diketahui mampu menghambat pertumbuhan sejumlah mikroorganisme, termasuk Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae.
Kendati demikian, jumlah asam laurat yang diperoleh dari konsumsi santan sehari-hari belum tentu sama dengan konsentrasi yang digunakan dalam penelitian. Jadi, kopi santan tidak dapat dianggap sebagai obat atau pengganti pengobatan medis.
Kopi Santan Tetap Perlu Dikonsumsi Secukupnya
Menambahkan santan ke kopi dapat memberikan rasa yang berbeda sekaligus menyumbang sejumlah nutrisi. Kandungan MCT, antioksidan, dan asam laurat membuat santan memiliki beberapa potensi manfaat.
Namun, santan juga tinggi kalori dan lemak jenuh. Karena itu, kopi santan sebaiknya diposisikan sebagai variasi minuman, bukan minuman kesehatan yang dikonsumsi berlebihan.
Jika ingin membuatnya lebih sehat, gunakan santan secukupnya dan hindari tambahan gula, sirup, atau pemanis dalam jumlah besar.
