
Jakarta – Munculnya uban memang tidak bisa dipisahkan dari proses penuaan. Namun, faktor lain seperti genetik, kondisi tubuh, dan pola hidup juga diduga berperan dalam menentukan kapan rambut mulai kehilangan pigmennya.
Menariknya, penelitian menemukan potensi salah satu senyawa yang banyak terdapat pada sayuran untuk membantu mempertahankan pigmentasi rambut. Senyawa tersebut adalah luteolin, yang dapat ditemukan dalam makanan seperti brokoli, wortel, bawang, seledri, dan paprika hijau.
Studi yang dilakukan University of Colorado Anschutz Medical Campus bersama Joe McCord, PhD, pendiri Pathways Bioscience, meneliti pengaruh luteolin terhadap pigmentasi rambut. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Antioxidants.
Lantas, bagaimana kaitannya dengan uban?
Luteolin Merupakan Antioksidan
Luteolin termasuk kelompok polifenol yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. Ahli gizi Toby Amidor menjelaskan bahwa senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan.
Antioksidan membantu melindungi sel dari dampak radikal bebas. Luteolin juga telah menjadi perhatian dalam penelitian yang berkaitan dengan peradangan dan proses penuaan.
Karena perannya tersebut, peneliti kemudian tertarik mengetahui apakah luteolin juga memiliki pengaruh terhadap proses yang berkaitan dengan hilangnya pigmen rambut.
Beberapa sumber makanan yang mengandung luteolin antara lain brokoli, wortel, seledri, paprika hijau, dan bawang.
Penelitian Dilakukan pada Hewan
Untuk mengetahui pengaruh luteolin terhadap pigmentasi, peneliti melakukan percobaan menggunakan tikus.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengamati perubahan pigmentasi pada bulu tikus setelah mendapatkan perlakuan dengan senyawa luteolin.
Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh terhadap jalur yang melibatkan protein endotelin. Protein tersebut berkaitan dengan keberadaan melanosit, yaitu sel yang bertugas menghasilkan pigmen.
Melanosit memiliki peranan penting dalam menentukan warna rambut. Ketika fungsi sel penghasil pigmen tersebut terganggu, rambut dapat kehilangan warna alaminya dan berubah menjadi abu-abu atau putih.
Temuan ini memberikan gambaran mengenai potensi luteolin dalam mempertahankan pigmentasi. Namun, hasil penelitian pada hewan belum dapat disamakan begitu saja dengan efek konsumsi sayuran pada manusia.
Uban Tidak Hanya Dipengaruhi Makanan
Kemunculan uban pada setiap orang bisa terjadi pada usia yang berbeda. Salah satu penyebab utamanya adalah faktor genetik.
Kristina Collins, MD, dokter kulit, menjelaskan bahwa mekanisme folikel rambut manusia tidak sepenuhnya sama dengan yang terjadi pada hewan percobaan.
Karena itu, meskipun luteolin diketahui dapat memengaruhi jalur tertentu yang berkaitan dengan pigmentasi, belum bisa dipastikan bahwa rutin makan sayuran kaya luteolin akan membuat uban berhenti tumbuh.
Faktor keturunan kemungkinan memiliki pengaruh besar terhadap usia munculnya uban dan seberapa banyak rambut yang berubah warna.
Stres dan Kekurangan Nutrisi Juga Bisa Berpengaruh
Selain pertambahan usia dan faktor genetik, uban yang muncul lebih awal juga dapat dikaitkan dengan sejumlah kondisi lainnya.
Stres oksidatif, misalnya, dapat memengaruhi sel-sel yang berhubungan dengan pigmentasi rambut. Kekurangan nutrisi tertentu dan stres kronis juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Oleh sebab itu, menjaga pola makan tetap beragam merupakan langkah yang lebih masuk akal dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis makanan.
Sayuran seperti brokoli, wortel, bawang, seledri, dan paprika hijau dapat menjadi bagian dari menu harian karena menyediakan berbagai vitamin, mineral, serat, serta senyawa tumbuhan.
Jadi, Bisa Cegah Uban?
Penelitian mengenai luteolin memang menunjukkan hasil yang menarik, tetapi bukti yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa konsumsi sayuran tertentu secara langsung dapat mencegah uban pada manusia.
Meski demikian, menambahkan beragam sayuran ke dalam menu sehari-hari tetap merupakan kebiasaan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
Jadi, daripada berharap uban hilang hanya dengan satu jenis makanan, lebih baik menerapkan pola makan seimbang sekaligus memperhatikan faktor lain yang memengaruhi kesehatan rambut.
