
Jakarta – Kopi dingin menjadi salah satu pilihan favorit ketika cuaca terasa panas. Di antara banyak racikan yang tersedia, iced coffee dan cold brew termasuk yang paling populer.
Meski sama-sama disajikan dingin, kedua minuman tersebut sebenarnya dibuat dengan cara yang berbeda. Perbedaan metode seduh ini turut memengaruhi karakter rasa, tingkat keasaman, hingga jumlah kafein yang terkandung di dalamnya.
Lantas, apakah cold brew lebih sehat dibandingkan es kopi? Atau justru es kopi menjadi pilihan yang lebih aman bagi sebagian orang?
Dikutip dari Real Simple, berikut perbedaan keduanya yang perlu diketahui.
1. Es Kopi Dibuat dari Seduhan Air Panas
Iced coffee atau es kopi pada dasarnya merupakan kopi yang terlebih dahulu diseduh menggunakan air panas. Setelah proses penyeduhan selesai, kopi kemudian didinginkan dan disajikan bersama es.
Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah menyeduh kopi dengan jumlah bubuk lebih banyak sehingga rasanya tetap kuat setelah bercampur dengan es. Kopi juga bisa didinginkan terlebih dahulu sebelum dituangkan ke atas es.
Menurut Cordie Nelson, Market Trainer dari La Colombe, proses pendinginan yang terlalu lama dapat membuat rasa kopi berubah. Paparan oksigen dapat memicu oksidasi sehingga cita rasa kopi menjadi lebih pahit.
Karena itu, sebagian orang menambahkan susu, gula, atau bahan lain untuk membuat rasanya lebih seimbang.
2. Cold Brew Tidak Menggunakan Air Panas
Berbeda dengan iced coffee, cold brew dibuat tanpa menyeduh bubuk kopi menggunakan air panas.
Metode yang paling umum adalah merendam bubuk kopi dalam air dingin atau bersuhu ruang selama beberapa jam, bahkan hingga semalaman. Ada pula metode cold drip, yaitu air diteteskan secara perlahan melewati bubuk kopi.
Teknik cold drip sendiri memiliki sejarah panjang dan kemudian berkembang menjadi salah satu metode populer dalam pembuatan cold brew.
Proses ekstraksi yang berlangsung lama menghasilkan karakter kopi yang berbeda. Cold brew dari metode rendaman umumnya memiliki tekstur lembut dan rasa lebih kuat, sedangkan metode tetes dapat menghasilkan profil rasa yang lebih ringan dan aroma khas.
3. Cold Brew Belum Tentu Selalu Lebih Tinggi Kafein
Cold brew sering dianggap memiliki kafein lebih tinggi karena bubuk kopi bersentuhan dengan air dalam waktu yang jauh lebih lama.
Namun, kadar kafein dalam minuman akhir tidak hanya ditentukan oleh lama penyeduhan. Jenis biji kopi, jumlah bubuk, perbandingan kopi dan air, serta proses pengenceran juga ikut berpengaruh.
Cold brew biasanya dibuat dalam bentuk konsentrat dengan perbandingan kopi dan air yang lebih pekat. Konsentrat tersebut kemudian dapat dicampur kembali dengan air sebelum diminum.
Sementara itu, iced coffee umumnya menggunakan perbandingan kopi dan air yang lebih encer. Karena itu, kadar kafein per gelas bisa berbeda-beda tergantung resep dan ukuran sajian.
4. Bagaimana dengan Tingkat Keasaman?
Salah satu karakter yang sering membuat cold brew disukai adalah tingkat keasamannya yang cenderung lebih rendah dibandingkan kopi yang diseduh menggunakan air panas.
Rasa yang lebih lembut membuat cold brew terasa nyaman diminum tanpa tambahan gula bagi sebagian orang. Hal ini juga bisa menjadi keuntungan bagi mereka yang sedang membatasi asupan gula.
Sebaliknya, iced coffee memiliki rasa yang lebih mirip kopi panas karena proses ekstraksinya menggunakan air panas. Karakternya dapat terasa lebih tajam dan pahit, sehingga sering dipadukan dengan susu atau pemanis.
5. Mana yang Lebih Sehat?
Jika keduanya dikonsumsi dalam bentuk kopi tanpa tambahan gula, sirup, atau krimer berlebihan, perbedaan kandungan nutrisinya sebenarnya tidak terlalu jauh.
Pilihan terbaik dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan toleransi masing-masing orang. Mereka yang menginginkan rasa lebih lembut dan keasaman lebih rendah mungkin lebih cocok dengan cold brew.
Sementara itu, orang yang sensitif terhadap kafein sebaiknya memperhatikan ukuran porsi dan resep karena cold brew dalam bentuk tertentu dapat memberikan asupan kafein yang lebih tinggi.
Yang tidak kalah penting adalah memperhatikan bahan tambahan. Gula, sirup berperisa, susu tinggi lemak, atau krimer dalam jumlah banyak dapat meningkatkan kandungan kalori dan gula dalam minuman.
Jadi, tidak ada jawaban mutlak bahwa cold brew selalu lebih sehat daripada es kopi. Keduanya dapat menjadi bagian dari pola konsumsi yang sehat selama diminum dalam jumlah wajar dan tidak dibebani terlalu banyak gula atau bahan tambahan.
