
Jakarta – Kopi hitam sering dianggap sebagai pilihan minuman yang aman untuk menjaga berat badan karena hampir tidak mengandung kalori jika diminum tanpa gula, susu, atau krimer. Namun, kebiasaan minum kopi tetap perlu diperhatikan karena kandungan kafein dapat memengaruhi sejumlah proses dalam tubuh.
Di Indonesia, kopi menjadi salah satu minuman yang sangat populer. Data periode 2024-2025 menunjukkan konsumsi kopi dalam negeri mencapai sekitar 288 ribu ton, dengan rata-rata konsumsi sekitar 1,03 kilogram per kapita.
Selain memberikan efek stimulan berkat kafein, kopi juga memiliki sejumlah manfaat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Akan tetapi, menurut ahli gizi asal Inggris Emma Thornton, beberapa kebiasaan minum kopi justru dapat berkaitan dengan peningkatan berat badan.
Dikutip dari SurreyLive, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Dapat Memengaruhi Hormon Stres
Kafein dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan pelepasan hormon seperti kortisol. Dalam kondisi tertentu, peningkatan hormon stres dapat memengaruhi kadar gula darah dan cara tubuh mengatur energi.
Jika seseorang mengalami stres berkepanjangan, perubahan hormon tersebut dapat memengaruhi penyimpanan lemak. Salah satu area yang sering menjadi tempat penumpukan lemak adalah bagian perut.
Namun, hubungan antara konsumsi kopi dan penumpukan lemak tidak sesederhana itu. Pola makan, aktivitas fisik, tingkat stres, serta jumlah dan waktu konsumsi kopi juga ikut menentukan.
2. Bisa Memengaruhi Cara Tubuh Menyimpan Energi
Ketika tubuh mengalami stres, secara alami tubuh akan berusaha menyediakan energi yang mudah digunakan. Proses tersebut merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh.
Masalah dapat muncul apabila stres berlangsung terus-menerus sementara aktivitas fisik rendah. Dalam kondisi tersebut, energi yang tidak digunakan dapat tersimpan dalam bentuk lemak.
Karena itu, kebiasaan minum kopi sebaiknya tidak dipisahkan dari gaya hidup secara keseluruhan. Kopi bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah seseorang mengalami kenaikan berat badan.
3. Rasa Lapar Bisa Muncul Setelah Efek Kafein Berkurang
Kafein pada awalnya dapat membuat sebagian orang merasa lebih berenergi dan bahkan menekan nafsu makan untuk sementara waktu.
Namun, efek tersebut tidak berlangsung selamanya. Ketika efek stimulan mulai berkurang, rasa lapar dapat kembali muncul. Pada sebagian orang, kondisi ini bisa membuat keinginan makan menjadi lebih besar.
Jika rasa lapar tersebut diikuti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori, seperti camilan manis atau makanan ringan, jumlah kalori harian tentu dapat meningkat.
4. Bisa Memengaruhi Sistem Pengatur Rasa Senang
Kafein bekerja dengan memengaruhi adenosin, yaitu senyawa alami di dalam tubuh yang berhubungan dengan rasa kantuk. Pengaruh tersebut juga dapat berinteraksi dengan sistem neurotransmiter yang berkaitan dengan rasa senang dan penghargaan, termasuk dopamin.
Inilah salah satu alasan mengapa sebagian orang merasa lebih bersemangat setelah minum kopi dan kemudian ingin mengonsumsinya lagi.
Kebiasaan tersebut bisa menjadi masalah apabila kopi selalu disertai camilan tinggi gula atau makanan berkalori tinggi. Bukan kopi hitamnya saja, tetapi tambahan yang menyertainya juga perlu diperhitungkan.
5. Mengganggu Kualitas Tidur
Waktu minum kopi juga berpengaruh. Kafein dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh sehingga konsumsi pada sore atau malam hari berpotensi membuat seseorang lebih sulit tidur.
Kurang tidur dapat memengaruhi berbagai proses tubuh, termasuk pengaturan nafsu makan dan kadar gula darah. Jika berlangsung terus-menerus, kualitas tidur yang buruk juga dapat menyulitkan seseorang dalam menjaga berat badan.
Karena itu, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, sebaiknya hindari kopi terlalu dekat dengan waktu tidur.
Perhatikan Cara Minum Kopi
Kopi hitam tanpa gula memang relatif rendah kalori. Namun, kebiasaan minum kopi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.
Jika ingin menjaga berat badan, perhatikan pula tambahan seperti gula, krimer, susu tinggi kalori, sirup, maupun camilan pendamping. Jumlah dan waktu konsumsi kopi juga sebaiknya disesuaikan agar tidak mengganggu tidur.
Pada akhirnya, kenaikan berat badan dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga tidak tepat jika hanya menyalahkan kopi. Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kondisi kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga berat badan.
