
Jakarta – Kebiasaan minum sehari-hari ternyata turut menjadi perhatian ketika membahas pola hidup masyarakat yang berumur panjang. Bukan hanya makanan dan aktivitas fisik, beberapa jenis minuman juga kerap ditemukan dalam keseharian penduduk di wilayah yang dikenal memiliki banyak orang berusia 100 tahun atau lebih.
Dan Buettner, peneliti sekaligus sosok yang mempopulerkan konsep Blue Zones, pernah mempelajari kebiasaan masyarakat di sejumlah wilayah dengan angka harapan hidup tinggi. Beberapa di antaranya adalah Okinawa di Jepang, Sardinia di Italia, Ikaria di Yunani, hingga Nicoya di Kosta Rika.
Dari pengamatannya, terdapat sejumlah minuman yang cukup rutin dikonsumsi masyarakat di kawasan tersebut. Kendati kebiasaan minum itu tidak serta-merta membuktikan bahwa minuman tertentu menjadi penyebab seseorang berumur panjang, penelitian menunjukkan beberapa di antaranya memiliki kandungan yang dapat mendukung kesehatan.
Dikutip dari OC Chiro, berikut lima minuman yang banyak ditemukan dalam keseharian masyarakat di wilayah Blue Zones:
1. Air putih
Di antara berbagai pilihan minuman, air putih menjadi yang paling sederhana sekaligus penting. Penduduk Blue Zones umumnya terbiasa menjadikan air sebagai minuman sehari-hari, termasuk ketika sedang makan.
Buettner menyebut masyarakat di wilayah tersebut cenderung memilih air dibandingkan minuman manis maupun minuman dengan tambahan perasa.
“Jika bertanya kepada para centenarian tentang rahasia umur panjang, mereka biasanya menjawab makanan yang baik, udara bersih, dan air yang segar,” katanya.
Kualitas air di beberapa wilayah juga menarik perhatian. Di Nicoya, Kosta Rika, misalnya, air yang dikonsumsi masyarakat disebut memiliki kandungan kalsium dan magnesium. Kedua mineral tersebut dibutuhkan tubuh untuk mendukung kesehatan tulang, jantung, serta sejumlah fungsi penting lainnya.
2. Teh hijau
Kebiasaan minum teh hijau cukup kuat di Okinawa, Jepang. Penduduk setempat diketahui menikmati teh hijau secara rutin dan bahkan meminumnya sedikit demi sedikit sepanjang hari.
Teh hijau dikenal memiliki kandungan antioksidan, terutama katekin dan flavanol. Senyawa tersebut membantu melindungi sel tubuh dari dampak kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, kombinasi kafein dan L-theanine dalam teh hijau juga dikaitkan dengan fungsi kognitif. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi teh hijau dengan fokus dan daya ingat yang lebih baik.
Manfaat lain yang turut diteliti mencakup kesehatan jantung, pengendalian kadar gula darah, kekuatan tulang, serta kondisi saluran pencernaan.
3. Kopi hitam
Kopi juga termasuk minuman yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat di sejumlah kawasan berumur panjang, terutama Sardinia di Italia dan Ikaria di Yunani.
Di Ikaria, misalnya, Buettner menjelaskan bahwa kopi dibuat dengan menggiling biji hingga sangat halus kemudian merebusnya, mirip dengan metode pembuatan kopi Turki.
“Proses ini kemungkinan melepaskan antioksidan tambahan yang memberi manfaat lebih,” ujarnya.
Kopi sendiri mengandung berbagai zat gizi, seperti vitamin B5, magnesium, kalium, mangan, dan niasin. Kandungan antioksidannya juga membuat kopi banyak diteliti terkait manfaat kesehatan.
Dalam jumlah yang wajar, konsumsi kopi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap diabetes tipe 2, depresi, penyakit hati, sejumlah gangguan saraf, dan beberapa jenis kanker.
Meski begitu, manfaat tersebut sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk menambahkan banyak gula ke dalam kopi. Kopi hitam tanpa gula berlebih menjadi pilihan yang lebih sesuai jika ingin menjaga asupan gula.
4. Teh hitam
Bukan hanya teh hijau yang populer di wilayah Blue Zones. Teh hitam juga termasuk minuman yang dikonsumsi secara rutin oleh masyarakat di beberapa kawasan tersebut.
Perbedaan proses pengolahan membuat teh hitam memiliki karakteristik berbeda dari teh hijau. Namun, minuman ini tetap mengandung berbagai senyawa seperti flavanol, polifenol, L-theanine, dan kafein.
Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi teh hitam dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk potensi penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.
Teh hitam juga disebut memiliki manfaat bagi kesehatan saluran pencernaan karena dapat membantu mendukung keseimbangan mikroorganisme di usus. Dengan rasa yang lebih kuat, teh ini pun kerap dinikmati tanpa perlu tambahan gula.
5. Wine
Wine atau anggur merah menjadi pilihan yang berbeda dari empat minuman sebelumnya karena mengandung alkohol. Buettner mencatat bahwa masyarakat di beberapa wilayah Blue Zones memang memiliki kebiasaan mengonsumsi anggur merah dalam jumlah kecil, terutama ketika makan.
Namun, kaitan antara alkohol dan umur panjang tidak bisa disimpulkan secara sederhana. Manfaat wine masih menjadi perdebatan dan berbagai penelitian justru menemukan adanya risiko kesehatan akibat konsumsi alkohol.
Buettner mengamati bahwa masyarakat di lima wilayah Blue Zones biasanya mengonsumsi anggur merah dalam jumlah sedikit dan menyandingkannya dengan makanan berbasis tumbuhan.
“Jika diminum sedikit bersama makanan nabati, penyerapan flavonoid atau antioksidan bisa meningkat dan kadar kortisol menurun di akhir hari,” ujarnya.
Meski demikian, bukan berarti seseorang perlu mulai minum alkohol demi mendapatkan manfaat kesehatan. Konsumsi wine tetap perlu dibatasi karena sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang sepenuhnya bebas risiko.
Pada akhirnya, kebiasaan minum hanyalah salah satu bagian dari pola hidup masyarakat Blue Zones. Pola makan, aktivitas sehari-hari, lingkungan, serta berbagai faktor lainnya juga turut berperan dalam kesehatan dan panjang usia.
