
Jakarta – Keracunan makanan tidak hanya berasal dari makanan yang tampak basi atau berbau. Beberapa makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari, seperti sushi hingga buah potong, juga dapat meningkatkan risiko apabila proses pengolahan maupun penyimpanannya tidak dilakukan dengan benar.
Pada dasarnya, hampir semua jenis makanan dapat terkontaminasi mikroorganisme berbahaya, seperti bakteri, virus, maupun parasit. Selain itu, paparan zat kimia tertentu juga bisa menjadi penyebab keracunan makanan. Namun, ada sejumlah makanan yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan yang lain.
Mengutip The Healthy, berikut beberapa makanan yang dihindari oleh pakar keamanan pangan karena berpotensi memicu keracunan apabila tidak ditangani secara tepat.
1. Tiram Mentah
Tiram mentah atau oyster dikenal sebagai hidangan premium yang banyak digemari karena cita rasanya yang segar. Meski begitu, makanan ini juga memiliki risiko kontaminasi bakteri yang cukup tinggi, terutama pada waktu-waktu tertentu dalam setahun.
Pakar keamanan pangan Jeff Nelken mengatakan dirinya memilih tidak mengonsumsi tiram mentah. Ia menyarankan tiram dimasak hingga mencapai suhu internal sekitar 63 derajat Celsius agar bakteri berbahaya dapat dimatikan.
Jika tetap ingin menikmatinya dalam keadaan mentah, pastikan tiram berasal dari pemasok yang terpercaya dan memiliki standar keamanan pangan yang baik.
2. Buah Potong
Buah yang telah dipotong memang lebih praktis untuk dikonsumsi, tetapi bagian daging buah yang terbuka membuatnya lebih mudah terpapar udara dan bakteri dari lingkungan sekitar.
Kontaminasi dapat terjadi apabila proses pencucian, pemotongan, penyimpanan, maupun wadah yang digunakan kurang higienis. Bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria dapat berkembang biak lebih mudah pada kondisi tersebut.
Jeff Nelken menekankan pentingnya mencuci serta membersihkan buah secara menyeluruh sebelum dipotong. Ia mencontohkan melon sebagai salah satu buah yang kulit luarnya mudah membawa bakteri karena sering bersentuhan langsung dengan tanah.
3. Susu dan Keju Mentah
Produk susu yang belum melalui proses pasteurisasi juga termasuk makanan yang perlu diwaspadai. Tanpa proses pemanasan, bakteri berbahaya seperti Listeria, Salmonella, maupun E. coli masih dapat bertahan hidup.
Karena alasan tersebut, pakar keamanan pangan Barry Parsons mengaku menghindari konsumsi susu mentah maupun produk olahannya yang belum dipasteurisasi demi mengurangi risiko infeksi.
4. Sushi
Sushi umumnya aman dikonsumsi selama dibuat dari bahan yang berkualitas dan ditangani sesuai standar keamanan pangan. Namun, ikan mentah yang disimpan atau diolah secara tidak benar berpotensi mengalami pembusukan.
Jeff Nelken menjelaskan bahwa ikan yang tidak dijaga pada suhu yang tepat dapat menghasilkan histamin. Senyawa tersebut dapat memicu reaksi alergi atau gejala yang menyerupai keracunan makanan pada sebagian orang.
Oleh karena itu, ia hanya menyarankan mengonsumsi sushi dari restoran yang memiliki reputasi baik dan menggunakan bahan yang telah ditangani dengan benar.
5. Daging Kurang Matang
Daging yang belum matang sempurna juga menjadi salah satu penyebab keracunan makanan yang paling sering ditemukan.
Ayam yang kurang matang berisiko mengandung bakteri Salmonella, sedangkan daging babi dapat membawa parasit penyebab trikinosis. Infeksi ini dapat menimbulkan diare, muntah, demam, nyeri otot, hingga komplikasi serius apabila tidak ditangani.
Sementara itu, daging sapi maupun telur yang belum matang juga berpotensi membawa mikroorganisme berbahaya, terutama bagi orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.
Barry Parsons menyarankan kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan sistem imun rendah, untuk menghindari makanan mentah atau setengah matang demi menekan risiko keracunan makanan.
