TOURISMEGASPE — Beijing – Sebuah perusahaan di China menuai kecaman setelah memuji karyawan yang bekerja lembur berlebihan. Salah satu pekerja bahkan tercatat menambah hingga 160 jam kerja hanya dalam sebulan.
Pada 6 Agustus lalu, Yisai e-commerce Company yang berbasis di Shanghai mengeluarkan surat penghargaan atas kinerja lembur para stafnya. Dokumen tersebut segera viral di media sosial China, seperti dilaporkan China Youth Daily.
“Setelah mengumpulkan data jam pulang dari sistem keamanan pintu masuk, kami menemukan sejumlah karyawan yang sangat bertanggung jawab dan telah memberikan kontribusi tanpa pamrih untuk perusahaan. Mereka adalah panutan bagi kita semua,” demikian isi pengumuman perusahaan, dilansir dari SCMP, Minggu (24/8/2025).
Namun, banyak warganet justru menyoroti sikap perusahaan yang dianggap ironis. Dalam pengumuman internal lain, perusahaan menyatakan bahwa lembur atas inisiatif sendiri tidak akan dibayar
Daftar Karyawan Lembur Terbanyak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4706528/original/067071500_1704381396-Ilustrasi_tekun__bekerja_keras__lembur.jpg)
Dalam daftar itu tercatat 15 karyawan dengan jam lembur terbanyak selama Juli. Pekerja dengan peringkat tertinggi menambah waktu kerja hingga 159,96 jam, dengan rata-rata pulang kerja pukul 23.12.
Sementara itu, pekerja di urutan terbawah tetap mencatat total lembur 68,41 jam, dengan rata-rata meninggalkan kantor pada pukul 19.56, menurut dokumen tersebut.
Perusahaan yang bergerak di bidang perlengkapan olahraga ini mempekerjakan sekitar 100 orang, sebagian besar lahir setelah 1990. Dalam laman resminya di salah satu situs rekrutmen ternama, jam kerja perusahaan tercantum mulai pukul 08.30 hingga 17.30.
“Kami berterima kasih kepada seluruh staf yang tercantum di atas. Sementara itu, kami menyerukan kepada semua karyawan untuk meneladani semangat mencintai pekerjaan dan memberikan kontribusi tanpa pamrih,” tulis perusahaan dalam penutup pengumuman tersebut.